worth for keep

last night I was trying out of boredom time. guess what I did? make my own beard. I don't know how this sounds for you, beside I'm pretty crazy of bearded guys I'm also want to know how it'd gonna be like if girl has beard. and it's sick. hey, I worked out for this! and this is worth for keep. now I'm present to you, the master piece of eyeliner's work







and this is how people reaction when they see my beard. some just laugh, some say its scary and others said this is alright I'm more look handsome.



new fans. whatever.
hope anyone can stand to see my beard, esto es sólo una broma, no lo tome demasiado en serio.


percakapan kentang

akhirnya sekian lama gua terperangkap dalam blog tulisan inggris, gua bisa nulis pake bahasa asli dengan eksis! sekarang sih sebenernya pengen menceritakan cerita aneh yg akhirnya membuat gua mengambil kesimpulan tentang cowok-cowok disini.
sebenernya ini udah kejadian yang lama di Jogja ketika gua masih newbie dan jomblo banget (dan yang sampe sekarang pun masih jomblo). yang akhirnya terlahirlah opini sendiri dari percakapan singkat ini.


"Pada suatu malam ketika gua mendatangi salah satu pameran Biennale Jogja XI Equator #1 di Taman Budaya Yogyakarta yang kebetulan hari itu hari terakhir pameran tersebut, gua datang kesana dan ragu untuk masuk ke dalam karena posisi saat itu sendirian naik motor, gelap gulita dan gak tau apa-apa soal jogja serta nunggu kehadiran sepupu dan adek. dan gatau kenapa ada cowok kece dengan leather jacket hitamnya berdiri sendirian entah nungguin apa padahal gak ada lilin dideketnya. terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini percakapannya"

Gue  : sssstt, eh mas..mas..
Dia   : *noleh* hah? iya? saya mbak?
Gue  : iyaa.. sini dong mas!
Dia   : *menghampiri* iya kenapa?
Gue  : umm...mau nanya, parkir disini gratis gak yah?
          (FYI, gua emang bener-bener pengen nanya itu sama dia, bukan alibi pengen kenalan dan gua     
           bertanya sama dia saat itu bener-bener kaya lagi ngomong sama tukang parkir..)
Dia   : wah! kebetulan banget..
Gue  : kebetulan gimana?
Dia   : kebetulan saya juga gatau mbak.. hehe kayaknya sih gratis, coba aja masuk..
Gue  : *ngeluarin jurus Kamekameha* (kampret! keki level maicih) oh.. oke.. yaudah,yaudah *dengan 
           gerakan tangan mengusir*
Dia   : (masih disitu, gak mau pergi) mbak sendirian aja..? lagi nungguin siapa?
Gue  : (ciyeee..diajakin ngobrol ciyee..) iya nih mas.. nungguin sepupu nih. masnya?
Dia   : nungguin temen hehe mbak kuliah dimana?
Gue  : UII.. kalo mas?
Dia   : UMY..

dan gak lama kemudian sepupu dan adek gua dateng di TKP.. AH SYIT! dan percakapan kentang banget. ibarat kata sih lagi lomba lari dan hampir masuk final tapi 1 meter sebelumnya malah lari ke wc gara-gara mau buang hajat. KENTANG!!
dan akhirnya gatau mau apa, dengan terpaksa gua sudahi percakapan tersebut dan masuk ke dalam untuk melaksanakan tujuan ibadah paling awal, ya melihat pameran..
dan setelah bersenang-senang didalam, gua akhirnya berniat untuk pulang dan dari jauh melihat Mas-mas cakep tadi masih disana tapi gak sendirian, bareng temennya. kemudian gua berniat untuk melewatinya sambil pura-pura sok gak kenal, yang gak taunya malah ditanya,
"mau pulang mbak?"
"iya nih hehe.. duluan ya mas!"
lalu Sekar pulang dengan keadaan ayan diatas motor..


nah! ini dia kesimpulan gua dari kejadian tersebut. cowok-cowok disini kalo gak ada basic mengetahui satu sama lain, mereka cuma menggunakan kode bahasa tubuh just like what girls do yang artinya ini kebalikannya yaitu dia pura-pura jaim padahal pengen kenalan, dan secara gak sengaja ketika si cewek ngajak ngobrol duluan, mereka langsung merespon kilat dengan baik dan menyenangkan seperti udah pernah ngobrol sebelumnya. berbeda dengan sikap awal yg super stranger dan dingin dengan menggunakan kode bahasa tubuh aja. and that's mean, gua harus agresif dong? HUFT. udah ah, bete. *tidur lagi*